Obnoxious

Sepanjang sore kemaren, 11 April 2012, timeline jadi berwarna karena pemberitaan gempa 8,9 SR dan peringatan tsunami di Aceh. Ada yang khawatir, ada yang me-retweet informasi terbaru dari akun portal berita, ada yang marah-marah karena banyak berita palsu dan berlebihan, ada juga yang mengingatkan daripada marah-marah lebih baik tetap waspada. Dan kemudian aku tertegun saat membaca ada yang bilang, "ini adalah peringatan dari Tuhan."

Peringatan Tuhan.

Well forgive my snort. I think those who said that was heartless. Yes, completely heartless. Oke, oke, katakanlah iya, itu peringatan dari Tuhan, tapi menurutku momennya benar-benar ngga pas. Ya bayangkan saja, orang lagi panik, khawatir, takut, sama sekali ngga tahu gimana nasib mereka dan keluarga mereka beberapa jam ke depan. Hell, aku bahkan ga bisa ngebayangin apa yang kira-kira mereka rasakan saat itu. Dan tiba-tiba saja orang bilang, "Lagi diingetin Tuhan tuuuuuh... Makanya banyak ibadaaaah.. Makanya jangan maksiat teruuuus.."

Helloooo.. Peringatan bahaya tsunami-nya bahkan belum juga dicabut. Segitu udah suci kah hidupnya bisa bilang begitu? Ngga ada compassion sama sekali kah sama mereka yang masih dibayang-bayangi horor kemungkinan kehilangan segalanya? Haruskah diingatkan posisi mereka yang bilang itu dan keluarganya saat itu ribuan kilometer dan sepenuhnya aman dari area gempa?

Oh, hell. If I were in their position and somebody said those kind of things to me, I'd definitely punch him on the nose. Or maybe the balls, instead.