Pasrah
Beda dengan Kedai 1001 Mimpi yang isinya agak slengean dan mengalir kocak, Joker ini penuh teka-teki, fragmen yang saling terkait satu sama lain. Tapi apa keterkaitannya? Itulah yang sulit dirangkai bahkan sampai tiga per empat buku.
Buatku, Joker ini adalah tipe buku yang memaksa kita untuk "pasrah". Pasrah saja dituntun si penulis. Pasrah menikmati setiap tanda tanya. Meskipun dugaan dan terkaan muncul, pasrah saja menunggu jawabannya.
Pasrah. Sampai di halaman terakhir dan satu-satunya kata yang bisa terucap dari mulutku adalah : "damn..!"
Pasrah.
Sama pasrahnya terseret arus kisah yang mungkin ending-nya sudah bisa diterka. Atau mungkin juga tidak. Sama pasrahnya seperti otak menyerah pada hati.
Sama pasrahnya seperti hati, untuk kemudian dicecar si otak,
"told you so.."
Iya, saya sedang galau. x))